• ***************************************************
  • Isi form berikut ini untuk memasarkan properti Anda

    Judul
    Alamat
    LT/LB (m2)
    Lebar Depan (m)
    Posisi/Letak
    Harga (Rp.)
    Spesifikasi Bangunan
    Keterangan Lain
    Foto/Gambar
    Email / No.Telp
    Image Verification
    Please enter the text from the image
    [ Refresh Image ] [ What's This? ]

    Tampilkan postingan dengan label konsuil. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label konsuil. Tampilkan semua postingan

    Konsuil Bebaskan Biaya Pemeriksaan Perumahan Sebelum 2009

    Selasa, April 13, 2010 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Hasil rapat 8 April 2010 lalu intinya menyatakan bahwa konsumen perumahan hingga 2009 bebas biaya pemeriksaan.

    Riauterkini-PEKANBARU-Manager ESDM dan Humas PLN Riau/Kepri, Suwandi Siregar kepada Riauterkini Senin (12/4/10) menyatakan bahwa implikasi aksi demo REI/APERSI dan masyarakat yang menolak keberadaa konsuil ditanggapi serius kementrian ESDM-RI. 8 April lalu digelar rapat penyelesaian permasalahan penyambungan baru di Riau. Hasilnya, konsumen perumahan hingga 2009 bebas biaya pemeriksaan.

    Hal itu termaktub dalam hasil kesepakatan rapat sebanyak 7 point yang ditandatangani oleh 9 stakeholder peserta rapat. Yaitu Jhoni RH Simanjuntak (Dirjend Listrik dan Pengembangan Energi Kementrian ESDM-RI), Danny Embang (PLN Pusat), Bambang Kusumariyadi (DPP AKLI Pusat), Moelyadi Oetji (DWA Konsuil Pusat), Tunggono Soemedi (BP Konsuil Pusat), Hotman Sitompul (Distamben Riau), Suwandi Siregar (PLN Riau/Kepri), Nurmadi Wahid (DPD AKLI Riau) dan Edison Siahaan (Konsuil Riau).



    "Intinya adalah Konsuil minta masalah grounding mendapat porsi utama dilakukan pembenahan. Untuk masalah pemeriksaan, Konsuil Pusat akan membantu memfasilitasi hal-hal yang menyangkut pembiayaan pemeriksaan," terangnya.

    Hasil kesepakatan dalam rapat 8 April 2010 lalu itu sebanyak 7 butir. Yaitu pertama semua instalasi harus mengacu kepada Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang diberlakukan wajib oleh menteri ESDM (PUIL 2000). Kedua adalah apabila ketentuan minimum (instalasi sudah terpasang grounding) sudah terpenuhi, SLO akan dikeluarkan oleh Konsuil dan PLN dapat mengalirkan listrik kepada instalasi tersebut.

    Point ketiga adalah grounding yang belum terpasang [ada instalasi harus diadakan pemilik instalasi dan instalasi yang belum memiliki gorunding tetapi telah memiliki jaringan instalasi listrik (JIL) menjadi tanggung jawab APERSI, REI dan AKLI. Keempat adalah Distamben provinsi Riau akan melakukan pengawasan dan memfasilitasi pertemuan antara PLN, AKLI, Konsuil, APERSI dan REI.

    "Point kelima adalah Konsuil wilayah Riau harus lebih efektif melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan masyarakat. Point ke enam dan yang terpenting adalah Konsuil Pusat membantu memfasilitasi hal-hal yang menyangkut pembiayaan pemeriksaan. Terakhir, kesepatan tersebut berlaku pada calon pelanggan APERSI, REI serta pelanggan umum yang terdaftar sampai dengan tahun 2009 di PLN Riau," terang Suwandi Siregar.***(H-we)


    [+/-] Selengkapnya...

    REI dan Para Pengembang Demo, Tolak Konsuil

    Kamis, April 01, 2010 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Kedatangan Ketua Dewan Konsuil Pusat Tunggono di Hotel Pangeran memicu demo. REI dan pengembang menolak keberadaan lembaga ini karena dianggap mempersulit.

    Riauterkini-PEKANBARU- Sedikitnya 300 massa yang merupakan gabugan dari Reel Estate Indonesia (REI) Riau, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, Asosiai Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) dan kelompok pengembang lainnya menggelar demo di depan Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (31/3/10). Aksi ini dalam untuk menyuarakan penolakan terhadap keberadaan Komite Keselamatan untuk Instalasi Listrik (Konsuil) menyusul kedatanan Ketua Dewan Konsuil Pusat Tunggono yang melakukan pertemuan dengan PT PLN di hotel tersebut.

    Keberadaan pengunjuk rasa dalam jumlah yang cukup besar menyebabkan arus lalu-lintas di Jalan Jendral Sudirman, depan Hotel Pangeran tersendat. Polisi melakukan pagar betis, agar massa tidak terus ke tengah jalan.

    Menurut Koordinator Lapangan aksi Sumardi, keberadaan Konsuil harus ditolak karena tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang. Selain itu, Konsuil menempatkan masyarakat pengguna listrik sebagai obyek, padahal masyarakat sekedar penggunan, yang memasang jaringan atau instalasi listrik adalah perusahaan jasa.

    Lebih dari itu, Sumardi mengatakan, keberadaan Konsuil menjadi ancaman serius bagi kelangsungan upaya penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat. Saat ini ada ribuan rumah baru yang tak bisa dialiri listrik karena Konsuil tak kunjung mengeluarkan persetujuan.

    Sementara itu Tunggono yang berada dalam hotel menanggapi aksi penolakkan lembaganya. Menurutnya, kedatangannya ke Pekanbaru dalam rangka mensinergikan tugas dan kewenangan Konsuil dengan pihak terkait, seperti PLN dan pengembang. “Justru dalam pertemuan inilah semestinya kita bisa menyamakan presepsi terhadap hal-hal yang selama ini masih menjadi perbendaan antara Konsuil dengan pihak terkait, seperti PLN dan rekan-rekan pengembang dari REI atau lainnya,” ujarnya kepada wartawan.

    Selain itu, Tunggono mengatakan, keberadaan Konsuil adalah dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat pengguna listrik agar mendapatkan layanan pemasangan jaringan yang standar. “Jadi kami untuk melindungi konsumen listrik. Bukan untuk mepersulit,” tegasnya.

    Sampai saat ini unjuk rasa ratusan massa tersebut masih berlanjut. Sementara pertemuan antara Konsuil dan PLN belum berlangsung.***(mad/tam)


    [+/-] Selengkapnya...

    REI Minta Konsuil tak Urusi Rumah Dibangun Sebelum 2010

    Rabu, Maret 31, 2010 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Sesugguhnya REI dan asosiasi pengembang lainnya tak serta-merta anti Konsuil. Para pengembang hanya meminta lembaga ini tak mempermasalahkan instalasi listrik di rumah-rumah yang dibangun sebelum tahun 2010.

    Riauterkini-PEKANBARU- Meskipun menggelar aksi demo besar-besaran di depan Hotel Pangaran Pekanbaru, Rabu (31/3/10) menolak keberadaan Komite Keselamatan Instalansi Listrik (Konsuil), namun sebenarnya Reel Estate Indonesia (REI), APERSI dan asosiasi pengembang lainnya tak serta-merta anti Konsuil, para pengembang sesungguhnya hanya meminta kepada konsuil untuk tidak 'mempermasalahkan' rumah yang dibangun tahun 2000-2009. Sebab rumah-rumah tersebut dibangun berdasarkan peraturan undang-undang yang berlaku saat itu.

    Selain itu, lembaga Konsuil adalah lembaga bentukan negara berdasarkan undang-undang. Seharusnya kegiatan mereka dibiayai negara dan tidak memungut biaya kepada konsumen perumahan.

    "Hal itu sudah kita sampaikan kepada lembaga Konsuil saat mereka bertandang ke Kadin Riau beberapa waktu lalu. Namun ternyata, Konsuil tetap bersikukuh dengan undang-undang yang mengatur kegiatan Konsuil di daerah. Akhirnya kita sampaikan hal ini ke DPRD Riau untuk dilakukan tindak lanjut mengenai masalah tersebut," Muhammad Herman, juru bicara demo anti Konsuil kepada wartawan di sela-sela pertemuan dengan Ketua Dewan Konsuil Pusat Tunggono.

    Sementara itu, kegiatan sosialisasi tugas Lembaga Konsuil yang mendatangkan perwakilan Dirjend Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM-RI Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara Konsuil dan Panitia Pelaksana Kegiatan dengan anggota REI dan APERSI Riau yang membentang spanduk tersebut di salah satu meeting room Hotel Pangeran Pekanbaru. Namun ketegangan tersebut tidak berlangsung lama karena setelah membentang spanduk tersebut anggota REI dan APERSI Riau walk-out (keluar ruangan) untuk memboikot kegiatan sosialisasi tugas lembaga konsuil tersebut.

    Sementara di depan hotel Pangeran di bilangan Sudirman Pekanbaru, ratusan massa membentang spanduk yang isinya senada dengan spanduk yang dibentang REI dan APERSI Riau di dalam ruang rapat tempat kegiatan sosialisasi tugas Konsuil. Aksi tersebut sempat membuat arus lalulintas tersendat. Namun beberapa Polantas segera mengatur arus lalulintas sehingga tidak terjadi kemacetan.

    Juru Bicara aksi demo Tolak Konsuil, Muhammad Herwan kepada Riauterkini menyatakan bahwa aksi demo ratusan massa itu merupakan muara dari tidak adanya titik temu antara pihak pengembang perumahan, pengembang konstruksi, masyarakat, AKLI, APEI dan unsur lainnya dengan Lembaga Konsuil beberapa waktu lalu.

    "Beberapa lembaga seperti REI dan APERSI Riau sudah melakukan dialog dengan lembaga Konsuil. Namun pertemuan tersebut deadlock alias tidak menemukan titik temu. Pasalnya, Konsuil keukeuh dengan undang-undang yang menjadi landasan keberadaan lembaga Konsuil," terangnya. ***(H-we)

    [+/-] Selengkapnya...

    Krisis Listrik dan Konsuil Sulitkan Pengembang Jual Rumah

    Rabu, Maret 24, 2010 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Bertambahnya beban biaya karena keberadaan Konsuil cukup membuat pengembang susah jual rumah. APERSI berharap persoalan tersebut dapat teratasi.

    Riauterkini-PEKANBARU-Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Riau, Herwanto kepada Riauterkini Senin (23/3/10) mengatakan bahwa sektor properti menemui kendala dengan permasalahan kelsitrikan di Riau. Masalah tersebut membuat pengembang kesulitan menjual rumah.

    Bukan hanya masalah kelistrikan saja yang menjadi kendala pengembang dalam menjual rumah kepada konsumen. Masalah perumahan yang wajib memiliki Sertifikat Layak Operasional (SLO) yang otomatis memerlukan dana cukup membebani biaya para pengembang. Pasalnya, pengembang hanya menyediakan dana untuk mendapatkan SLO dari Konsuil.

    "Kami kesulitan menjual rumah. Karena listriknya hingga kini masih susah untuk penyambungan baru dari PLN. Belum lagi masalah kewajiban perumahan untuk memiliki Sertivikat Layak Operasional (SLO) yang dikeluarkan Konsuil yang menambah beban biaya para pengembang," terangnya.

    Beban biaya untuk memiliki SLO didistribusikan pengembang kepada konsumen. Karena kalau ditanggung pengembang, bukannya untung, pengembang malah rugi. Jadi biaya SLO didistribusikan kepada konsumen. ujung-ujungnya menambah harga beli rumah. Kondisi tersebut membuat konsumen menjadi enggan atau bersikap menunggu hingga rumah teraliri listrik.


    [+/-] Selengkapnya...