• ***************************************************
  • Isi form berikut ini untuk memasarkan properti Anda

    Judul
    Alamat
    LT/LB (m2)
    Lebar Depan (m)
    Posisi/Letak
    Harga (Rp.)
    Spesifikasi Bangunan
    Keterangan Lain
    Foto/Gambar
    Email / No.Telp
    Image Verification
    Please enter the text from the image
    [ Refresh Image ] [ What's This? ]

    Tampilkan postingan dengan label btn. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label btn. Tampilkan semua postingan

    Pemerintah Siapkan Rumah Murah Tipe 36 Rp 9 Juta

    Sabtu, Februari 05, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Jakarta - Pemerintah siapkan rumah murah seharga Rp 9 juta untuk tipe 36 dan Rp 5 juta untuk tipe 21. Rumah murah itu disiapkan untuk memenuhi permintaan masyarakat atas rumah tahun ini.

    "Tahun ini akan diselesaikan dari supply side. Kita akan berusaha dalam pemenuhan demand side," ujarnya saat ditemui di sela pembukaan BTN Expo 2011, JCC, Sabtu (5/2/2011).

    Untuk itu, lanjut Suharso, pihaknya tertantang untuk membuat rumah murah dengan menekan biaya pembangunan rumah. "Waktu di India, kita ditanya apakah ada rumah seharga US$ 300 di Indonesia. Kita bilang gak ada," ujarnya.


    Ketika tertantang dengan pemerintah India, Suharso menyatakan dirinya didatangi pengembang yang menyatakan bisa membangun rumah dengan harga Rp 9 juta untuk tipe 36 dan Rp 5 juta untuk tipe 21. Suharso menyebutkan harga generik dari rumah tipe 36 adalah Rp 30 juta dengan luas tanah 60 meter persegi.

    "Kemarin ada datang kepada saya untuk bisa capai harga Rp 9 juta rumah untuk tipe 36, rumah saja di luar tanah. Jadi hanya bangunan fisik rumah saja, gak termasuk listrik dan air," ujarnya.

    Rencananya, lanjut Suharso, tipe 21 dengan harga Rp 5 juta akan dibangun di Nusa Tenggara Timur untuk para pengungsi Timor Timur yang memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Pasalnya, terdapat 22 ribu Kepala Keluarga di sana yang belum memiliki tempat tinggal layak.

    "Tangga 8-10 besok saya dan Presiden berkantor di NTT untuk memberikan perhatian pada warga baru, warga Timor Leste yang memilih menjadi WNI," ujarnya.

    Suharso yakin rumah murah tersebut dapat terealisasikan dengan menggunakan material lokal. Dia menegaskan hasil inovasi pengembang yang mengajukan rancangan rumah murah tersebut sudah teruji oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) sehingga mutu tetap terjaga.

    "Penghematan itu tidak menurunkan mutu. Kedua, bisa terbukti. Kemudian, dijamin keselamatannya, jadi kita arahkan ke sana," ujarnya.

    Untuk pengembang yang berani melakukan pembangunan rumah murah tersebut, Suharso menyatakan pemerintah akan memberikan insentif fiskal.

    "Pajak, fiskal kita bebaskan pajak buat mereka termasuk pajak inovasinya, kita kurangi dan di situ sudah ada aturannya untuk menswap, biaya inovasi tidak dimasukkan dalam biaya," tandasnya.

    (nia/ang)

    [+/-] Selengkapnya...

    Masih Perlukan 8,5 Juta Unit Rumah

    Rabu, Desember 15, 2010 Pekanbaru Properti 0 komentar

    BANDUNG (RP)- Meski harga rumah terus naik dan lahan semakin sempit namun diperkirakan pasar perumahan di Indonesia masih akan mengalami peningkatan. Hal itu terutama didorong oleh karena faktor kebutuhan perumahan yang masih defisit (backlog) 8,5 juta unit.


    ‘’Setiap tahun terdapat tambahan kebutuhan rumah baru sekitar 800 ribu unit karena adanya pertambahan penduduk,’’ ujar Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero), Iqbal Latanro dalam acara gathering akhir pekan lalu. Pasalnya, saat ini masih banyak pengantin baru yang tinggal di rumah mertua atau memilih tinggal di rumah kontrakan.

    Disisi lain, suplai perumahan yang dibangun pengembang maupun secara pribadi oleh masya-rakat (swadaya) masih sangat kecil. Pertahun rata-rata hanya terbangun 400 ribu unit rumah. Dengan demikian terjadi ketidak-seimbangan antara demand dan supply. ‘’Setiap tahun rata-rata terjadi penambahan backlog (defisit) sebesar 400 ribu unit rumah,’’ kata dia.

    Oleh karena itu, sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan, BTN optimis pangsa pasar pembiayaan yang bisa diraih terus meningkat setiap tahun. Apalagi kontribusi pembiayaan perumahan (mortgage loans) terhadap Gross Domestic Bruto (GDP) di Indonesia hanya sekitar dua persen saja. ‘’Kita targetkan pembiayaan tahun ini meningkat 25-30 persen,’’ tuturnya.

    Hingga semester III tahun ini, BTN mencetak laba bersih tumbuh sebesar 84,26 dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year), yaitu dari Rp324 miliar (QIII-2009), menjadi Rp597 miliar (QIII-2010). Sementara dari sisi kredit, BTN juga mencatat pertumbuhan mencapai yang sangat tinggi mencapai 29 persen, yakni dari Rp38,123 triliun (per 30 September 2009) menjadi Rp49,179 triliun (per 30 September 2010).

    Mengenai hal itu, Iqbal mengatakan, meskipun ekspansi kredit perseroaan cukup tinggi, tetapi perseroan tetap menjaga Non Performing Loans(NPL) kreditnya agar tetap sehat. NPL BTN per 30 September 2010 lalu tercatat 3,48 persen. ‘’Kami optimis dapat merealisasikan target-target yang telah dituangkan dalam RKAP tahun ini,’’ tukasnya.

    Dia mengungkapkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN hingga triwulan III tahun ini tumbuh sebesar 27,62 persen menjadi Rp43,029 triliun dari sebelumnya Rp33,717 triliun (QIII-2009). Dengan demikian menopang pertumbuhan aset perseroan sebesar 23,31 persen hingga triwulan III tahun ini, yakni dari Rp51,495 triliun (QIII-2009) menjadi sebesar Rp63,498 triliun (QIII-2010). ‘’Kita perkirakan pasar perumahan akan tetap tinggi tahun depan,’’ jelasnya.

    Sayangnya, survei residensial Bank Indonesia kuartal III-2010, penjualan properti di 14 kota utama menunjukkan penurunan yang cukup besar, mencapai 12,58 persen dibanding kuartal sebelum-nya.(wir/gem)


    sumber : riaupos.com

    [+/-] Selengkapnya...

    Genjot Kredit Perumahan, BTN Terapkan Rumus 151

    Senin, April 19, 2010 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Sukses tahun lalu mencapai target realisasi kredit, BTN berupaya mengulang sukses untuk tahun ini. Terkait itu, BTN akan terapkan rumus 151.

    Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Cabang Ban Tabungan Negara (BTN) Utoyo E Purwanto kepada Riauterkini Senin (19/4/10) mengatakan bahwa tahun 2009 lalu realisasi kredit mencapai 100 persen. Yaitu mencapai Rp 401 milyar. Tahun ini BTN Pekanbaru ditarget tidak muluk-muluk. Yaitu sama dengan realisasi kredit BTN 2009.

    "Selama tahun 2009 penyaluran KPR mencapai lebih dari Rp401 miliar, sementara target kita sebesar Rp401 miliar," katanya.

    Lebih jauh dikatakan Utoyo untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Baik itu mengenai pelayanan termasuk ramah tamah, kecepatan memberikan pelayanan serta fasilitas lain yang memudahkan nasabah untuk melakukan akses kredit ke BTN terutama kredit perumahan.

    Kita menerapkan rumus 151 dalam pelayanan kami kepada semua nasabah. Rumus tersebut bisa kita jelaskan yaitu hari pertama adalah nasabah datang untuk pengajuan kredit perumahan. Kemudian kita proses dalam waktu 5 hari. Lalu 1 hari sudah bisa kita realisasikan. Pada intinya proses kredit perumahan bisa kita layani dengan hanya 7 hari proses KPR saja," terangnya.

    [+/-] Selengkapnya...