JAKARTA (RP) - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berniat menyalurkan kredit konstruksi kepada para kontraktor yang bersedia mengerjakan proyek rumah murah bagi masyarakat. Adanya kredit konstruksi itu diharapkan dapat menekan harga rumah sederhana sehat (RSS).
‘’Kontraktor dapat menerima kredit konstruksi dari pemerintah sepanjang mereka mau membangun rumah murah bagi masya-rakat,’’ ujar Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa akhir pekan lalu. Pihaknya berharap dengan adanya pemberian kredit konstruksi berbunga rendah itu, maka harga RSh dapat terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun masya-rakat berpenghasilan menengah (MBM).
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, harga rumah di Indonesia cukup tinggi. Harga RSh dijual maksimal Rp55 juta per unit. Adanya suku bunga KPR yang tinggi juga membuat ma-syarakat sulit membeli rumah karena cicilan yang harus dibayar besar. ‘’Apalagi jika penyaluran subsidi perumahan dari pemerintah berakhir,’’ tukasnya.
Jika saat ini harga rumah RSh seharga Rp55 juta bisa diangsur masyarakat dengan cicilan sekitar Rp420 ribu per bulan, maka saat subsidi dari pemerintah dicabut jumlah cicilannya bisa mencapai Rp580 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan. ‘’Itu berarti ada peningkatan yang cukup signifikan sekitar 40 persen dari cicilan KPR yang memberatkan masyarakat,’’ terangnya.
Untuk membuat harga rumah menjadi lebih murah, pemerintah terus berupaya membuat biaya pembangunan rumah harus dibuat ringan dengan menyalurkan kredit konstruksi. Selain itu, rezim suku bunga yang tinggi juga harus diantisipasi dengan program pembiayaan perumahan jangka panjang yakni dengan fasilitas likuiditas perumahan.(wir/kim/gem)
sumber: http://www.riaupos.com




0 komentar: RSS Dapat Kredit Konstruksi
Posting Komentar