• ***************************************************
  • Isi form berikut ini untuk memasarkan properti Anda

    Judul
    Alamat
    LT/LB (m2)
    Lebar Depan (m)
    Posisi/Letak
    Harga (Rp.)
    Spesifikasi Bangunan
    Keterangan Lain
    Foto/Gambar
    Email / No.Telp
    Image Verification
    Please enter the text from the image
    [ Refresh Image ] [ What's This? ]

    PBB Dikelola Pemko

    Sabtu, Desember 17, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    PEKANBARU (RP) - Terhitung mulai 1 Januari 2012, pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mulai dikelola Pemko Pekanbaru.

    Acara penyerahan pengelolaan tersebut diberikan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) setelah Perda 08/2011 tentang PBB disahkan oleh DPRD Pekanbaru.

    ‘’Kota Pekanbaru sudah membuktikan mereka siap mengelola pajak yang sebelumnya menjadi wewenang pusat. Dengan Perda yang mereka miliki, sah sudah wewenang ini diserahkan. Semoga bisa dioptimalkan pendapatan dari sektor PBB ini,’’ terang Kepala Kanwil DJP Riau Kepri Nirwan Tjipto kepada Riau Pos, Kamis (15/12) usai menyaksikan penyerahan berkas data PBB di halaman Kantor Dispenda Pekanbaru.

    Dijelaskannya, potensi PBB di daerah sangat tinggi. Terbukti peningkatan tersebut mencapai 40 persen. Karena mulai 1 Januari 2012 akan datang wewenang pengelolaan sudah diberikan ke Pemko Pekanbaru, potensi tersebut harus mampu dioptimalkan.

    Salah satunya dengan menjangkau wajib pajak yang tidak tersentuh. Tidak hanya itu, peningkatan kualitas pelayanan juga harus dilakukan supaya memberikan kenyamanan wajib pajak membayarkan pajaknya.

    Kepada wajib pajak, dia juga berharap dapat melaksanakan tanggung jawabnya karena pajak yang diberikan akan digunakan untuk pembangunan Kota Pekanbaru ke depan.

    Sementara Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Agustrin kepada Riau Pos mengatakan, saat ini pihaknya sudah siap untuk melakukan pengelolaan PBB tersebut.

    Bentuk dari kesiapan yang sudah dilakukan adalah melakukan penyusunan peraturan daerah tentang PBB dan perangkat peraturan pelaksanaannya sebagai landasan hukum pemungutan PBB.

    Pengadaan sarana dan prasarana pemungutan berupa tempat pelayanan dan perangkat komputer, penyusunan sistem organisasi dan tata kerja yang akan menempatkan pada posisi mana unit pengelola PBB, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola, dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

    Namun dia menyebutkan, karena PBB merupakan pajak baru yang dikelola oleh daerah, tentunya Dispenda Pekanbaru masih akan mendapatkan benturan dan hambatan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya akan terus berbenah sehingga dalam pelaksanaan pemungutan pajak PBB ini bisa lebih baik.

    ‘’Untuk tahap pertama ini kita akan tetap minta didampingi oleh Kantor Pajak Pratama (KPP) Tampan dan Senapelan. Persiapan lainnya, kita sudah memberikan pelatihan terhadap 22 orang karyawan kita, ada yang kita kirim ke Jakarta dan ada juga yang kita magangkan di KPP Tampan dan Senapelan,’’ katanya.

    Terkait besaran target yang akan ditetapkan oleh Dispenda untuk PBB, Agustrin menyebutkan, untuk tahap awal ini pihaknya tidak akan memasang target yang terlalu muluk-muluk. Karena dikhawatirkan nantinya target yang sudah ditetapkan itu tidak tercapai.

    ‘’Kita belum bisa pastikan berapat besaran target PAD yang akan kita tetapkan khusus untuk PBB ini,’’ katanya.(eko/lim)

    [+/-] Selengkapnya...

    Gandeng PT BMMP, Pemprov Bangun Hotel dan Mal di MTQ

    Kamis, Desember 08, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Pemprov Riau bakal membangun hotel, mal, sarana olahraga dan wisata di Komplek Purna MTQ. Adalah PT BMMP yang digandeng menggarap proyek senilai Rp 1,1 triliun tersebut.

    Riauterkini-PEKANBARU- Setelah bertahun-tahun terkesan dibiarkan tidak produktif, Pemprov Riau akan memanfaatkan sebagian Komplek Purna MTQ untuk membangun kawasan bisnis terpadu. Di lokasi yang menempati areal 35.000 meterpersegi akan dibangun hotel berbintang dengan gedung 16 lantai, mal, sarana olahraga, seperti biliar dan bolling serta tempat wisata.

    Kepastian pembangunan kawasan Purna MTQ tersebut dibenarkan Gubernur Riau M Rusli Zainal usai melakukan pertemuan dengan Forum Pemimpin Redaksi di kediamannya, Rabu (7/12/11).

    "Untuk membangun kawasan MTQ kita tidak menggunakan dana APBD, tetapi murni pihak swasta," ujarnya kepada sejumlah wartawan.


    Penjelasan lebih detail disampaikan Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Riau Kasmianto saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya. Menurut Kasmianto, untuk merealisasikan pembangunan kawasan bisnis di Purma MTQ, Pemprov Riau menggandeng PT Bangun Megah Mandiri Propertindo (BMMP), sebuah pengembang dari Jakarta dengan nilai investasi sebesar Rp 1,1 triliun. 

    "Dari total 14 hektar kawasan MTQ, hanya 35.000 meterpersegi yang akan digunakan untuk lokasi kawasan bisnis. Di sana nanti dibangun hotel, mal, veneu bolling dan biliar," papar Kasmianto.

    Untuk kerjasama dengan PT BMMP, lanjut Kasmianto, Pemprov Riau mendapat dua keuntungan. Pertama mendapatkan pembayaran sebesar Rp 70 miliar dan kedua, setelah 30 tahun kemudian, seluruh bangunan akan dilepas PT BMMP untuk menjadi milik Pemprov Riau.

    "Nanti setelah 30 tahun, seluruh bangunan, mulai dari hotel hingga mal akan diserahkan menjadi milik kita (Pemprov Riau.red)," tuturnya.

    Untuk meralisasikan rencana pembangunan tersebut, akan dilakukan penandatangan kesepatan pada 16 Desember mendatang. Meski demikian, pihak PT BMMP sudah mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada Walikota Pekanbaru tertanggal 5 Desember mendatang dan langsung ditandatangani Dirut PT BMMP Budi Hartono.***(mad)

    [+/-] Selengkapnya...

    Iklan property: JUAL TANAH

    Rabu, November 23, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Judul*:JUAL TANAH
    Alamat*:PASIR PUTIH PERBATASAN PEKANBARU - KAMPAR
    LT/LB (m2)*:8850 & 2075
    Lebar Depan (m)*:47x188 & 30x69
    Posisi/Letak*:Tengah
    Harga (Rp.)*:4.4 & 1.2
    Spesifikasi Bangunan:TANAH DAN RUMAH
    Keterangan Lain:TANAH TINGGI
    Foto/Gambar:
    Email / No.Telp*:07617025885, cahayamu@indosat.net.id



    Powered by EmailMeForm

    [+/-] Selengkapnya...

    Iklan property: jual rumah cocok untuk usaha kost2an

    Kamis, November 10, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Judul*:jual rumah cocok untuk usaha kost2an
    Alamat*:jln. dahlia ujung, sukajadi, pekanbaru
    LT/LB (m2)*:600/195
    Lebar Depan (m)*:20
    Posisi/Letak*:Sudut
    Harga (Rp.)*:600 jt nego
    Spesifikasi Bangunan:kamar tdr : 6
    kamar mandi : 6
    sumur bor
    lantai keramik
    pagar
    Keterangan Lain:lokasi tengah kota , dekat dengan kampus akper & poltekes, cocok untuk usaha kost2an,
    Foto/Gambar:222222.jpg
    Email / No.Telp*:085220333330



    Powered by EmailMeForm

    [+/-] Selengkapnya...

    Iklan property: TANAH DI JUAL

    Senin, Oktober 31, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Judul*:TANAH DI JUAL
    Alamat*:KULIM ATAS KEC.TENAYAN RAYA RT II/RW IX
    LT/LB (m2)*:22.5x100 m2
    Lebar Depan (m)*:22.5 m
    Posisi/Letak*:Sudut
    Harga (Rp.)*:400jt
    Spesifikasi Bangunan:letak tanah tepi jalan raya..prospek bagus..untuk perumahan minimalis.
    Keterangan Lain:surat SKGR.an.ahli waris DRS.T.H.Mukhtar.harga sudah biaya pengurusan surat..bisa nego...peminat serius hubungi kmi di 083186382418
    Foto/Gambar:
    Email / No.Telp*:bunawas2010@gmail.com/ 083186382418



    Powered by EmailMeForm

    [+/-] Selengkapnya...

    Pendapatan Pajak Riau Ketiga Terbesar Nasional

    Selasa, Oktober 04, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    PEKANBARU (RP) - Sensus Pajak Nasional (SPN) yang serentak di lakukan di seluruh provinsi di Indonesia dapat sambutan hangat dari wajib pajak.

    Bertempat di Mal SKA Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau-Kepri melaksanakan SPN, Jumat (30/9).

    Dalam peluncuran SPN itu hadir Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus, Wakil Bupati Kampar, Teguh Sahono, Direktur Utama Bank Riau-Kepri, Erzon, Kepala DJP Riau-Kepri, Nirwan Tjipto, dan Dir Binmas Polda Riau, Kombes (Pol) Untung Subagyo.

    Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus dalam sambutannya menyebutkan, pembangunan nasional dilakukan secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki layanan fasilitas umum seperti pendidikan kesehatan dan fasilitas lainnya.

    ‘’Kegiatan ini perlu dana yang tak sedikit. Untuk itu mari kita membangun dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Dengan kemandirian bangsa, pemerintah melalui Dirjen Pajak diharap mampu menghimpun dana masyarakat dalam upaya mendukung berjalannya pembangunan bangsa,’’ terangnya.

    Menurut Wan Syamsir Yus, dari Rp878 triliun pendapatan pajak secara nasional, Riau merupakan penyumbang ketiga terbesar di skala nasional. Meski begitu, data menunjukkan, dari 12,5 juta wajib pajak, baru 466 ribu wajib pajak yang mengembalikan SPT-nya.

    ‘’Mari kita mendukung sensus nasional perpajakan agar pemerintah memiliki data base untuk menggali potensi perpajakan dengan memberi data yang benar ke petugas pajak,’’ tuturnya.

    Dikatakannya, dengan diadakannya SPN, diharapkan seluruh wajib pajak harus terdata, seluruh objek pajak didata dan harus menyetor pajak tepat waktu. Agar ini tercapai, Pemprov, Pemkab dan Pemko mendukung penuh program PNS dengan memberi data yang diminta DJP.

    ‘’Jangan ada lagi wajib pajak mengelak dari petugas pajak. Saya tahu di Riau ini banyak pengusaha sawit yang belum didata,’’ paparnya.

    Sementara Kepala DJP Riau Kepri, Nirwam Tjipto dalam sambutannya mengatakan, secara nasional target pendapatan nasional tahun 2011 mendatang mencapai Rp1.000 triliun. Dari jumlah itu, Rp878 triliun atau 70 persen adalah dari sektor pajak.

    ‘’Untuk meningkatkan pendapatan pajak, kita mendatangi langsung wajib pajak, baik perorangan maupun kelompok/pengusaha dan dapat penjelasan langsung dari petugas pajak sensus pajak yang kita tugaskan,’’ katanya.

    Dijelaskan Nirwan, sensus pajak nasional ini berlangsung mulai 30 November 2011 hingga Desember 2012. ‘’Harapan kita semua wajib pajak dapat penjelasan dari petugas dan memberi data yang sebenarnya sehingga pendapatan negara dari pajak bisa dirasakan masyarakat Indonesia secara merata yang berguna untuk pembangunan,’’ jelasnya.

    Sensus akan menyasar masyarakat berpendapatan besar. Karena itu, ada tiga kawasan utama yang akan didatangi petugas pajak, yakni gedung-gedung bertingkat, kawasan komersial, dan permukiman elite.

    Dalam penjelasannya, sesuai data yang diperoleh DJP dari Badan Statistik Riau, jumlah penduduk Riau saat ini lebih kurang 5 juta jiwa, 2,5 juta jiwa merupakan pekerja, namun baru terdata yang membayar pajak sekitar 483 ribu jiwa.

    ‘’Target kita hingga akhir 2012, seluruh wajib pajak menyerahkan SPT-nya. Dan kita optimis, target yang diberi pada kita tercapai maksimal,’’ katanya.

    Nirwan menjelaskan, hingga kini penerimaan pajak Riau hingga September 2011 berkisar Rp7 triliun dari target Rp14,6 triliun. Sensus pajak nasional adalah kegiatan pengumpulan data mengenai kewajiban perpajakan dalam rangka memperluas basis pajak dengan mendatangi subjek pajak (pribadi atau badan) di seluruh Indonesia yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak.

    Selain memperoleh data dari wajib pajak, SP ini juga akan memberi kesempatan ke wajib pajak untuk dapat berkonsultasi dengan pegawai pajak.

    ‘’Para wajib pajak diimbau melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya sesuai peraturan perundang-undangan. Manfaat dan sasarannya, bagi pemerintah, sensus pajak diharap dapat memberi data yang akurat atas potensi pajak dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak dan bagi wajib pajak dapat memberi keadilan dalam berusaha. Sedang sasarannya adalah pribadi dan badan di lokasi sentra bisnis, gedung-gedung perkantoran dan kawasan pemukiman mewah,’’ sebut Nirwan.

    Untuk memudahkan sensus pajak ini, dokumen yang harus disiapkan wajib pajak badan adalah nomor pokok wajib pajak (NPWP), surat pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) jika PKP, akta pendirian, nomor pelanggan PLN, SPPT PBB, KTP/Paspor/KITAS penanggung jawab/pengurus. Sementara untuk subjek pajak orang pribadi, dokumennya adalah NPWP, surat pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) jika PKP, KTP, SPPT PBB, dan nomor pelanggan PLN.

    Bagi pedagang, pengusaha atau pribadi yang belum memiliki NPWP, di lokasi yang sedang disensus juga akan diadakan pojok pajak (unit pelayanan mini) untuk membantu masyarakat agar mendaftarkan diri guna memperoleh NPWP serta membantu wajib pajak yang ingin dapat penjelasan tentang perpajakan dan berkonsultasi tentang pengisian SPT.

    Usai pencanangan, petugas sensus pajak langsung menyensus Toko Vilano, salah satu penyewa Mal SKA yang disaksikan langsung Sekdaprov dan rombongan.(hen)

    [+/-] Selengkapnya...

    Harga Properti Tetap Positif

    Kamis, September 29, 2011 Pekanbaru Properti 0 komentar

    JAKARTA (RP)- PT Intiland Development Tbk (DILD) optimis bahwa sektor properti tidak akan mengalami gangguan akibat krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

    Meskipun dampaknya secara umum akan sampai ke Asia termasuk Indonesia, harga properti sampai akhir tahun diyakini tetap positif.

    Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland, Suhendro Prabowo, mengatakan harga properti di pasar umum di Indonesia mengalami kenaikan dan demandnya tidak mengalami penurunan.

    ‘’Kami masih optimis properti ini masih bagus di tengah ancaman krisis,’’ ujarnya di sela Topping Off atau peletakan atap apartemen 1Park Residences di Jakarta, kemarin.

    Corporate Secretary Intiland, Theresia Rustandy, mengatakan kenaikan harga tanah dan properti di Indonesia selalu konstan antara 15 persen sampai 20 persen.

    Hal tersebut menjaga tidak terjadinya bubble (gelembung) properti di dalam negeri seperti diperkirakan beberapa pihak belum lama ini. ‘’Kami di REI (Real Estate Indonesia) juga meyakini hal itu bahwa tidak ada bubble properti untuk saat ini. Kondisi di Indonesia ini sangat berbeda,’’ ungkapnya.

    Sebaliknya, kata Theresia, dalam kondisi sekarang ini sektor properti sudah menjadi salah satu roda penggerak ekonomi seperti juga sektor otomotif.

    ‘’Maka kami sangat berharap pemerintah juga memikirkan hal yang sama sehingga regulasi yang selama ini masih mengganjal, pajak yang kurang proporsional, dan lainnya itu bisa segera diselesaikan,’’ harapnya.

    Terkait kenaikan harga properti di kisaran 15 sampai 20 persen, kata Theresia, karena sejauh ini tidak ada pembelian dalam bentuk investasi secara besar-besaran.

    ‘’Sebaliknya, di Indonesia ini masih banyak pembeli end user atau pengguna langsung,’’ ucapnya.

    Pasar properti paling gemuk di dalam negeri adalah perumahan menengah dengan kisaran harga mulai Rp700 juta sampai Rp2 miliar. ‘’Perbankan di kita juga sangat pruden soal ini sehingga potensi bubble properti sangat kecil,’’ terusnya.

    Tingginya permintaan hunian di level menengah itu dirasakan dari penjualan Apartemen 1Park Residences milik Intiland di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Meskipun pembangunan masih berlangsung, penjualan sudah mencapai 85 persen dari total 379 unit yang ditawarkan terbagi dalam tiga menara setinggi 26 lantai.

    Harga per unit ditawarkan mulai Rp1,4 miliar sampai Rp2,4 miliar seluas 91,5 meter persegi sampai 138 meter persegi per unit.

    ‘’Untuk tahap pertama ini menggunakan lahan 1,2 hektare dan rencananya nanti tahap dua luasnya 2,8 hektare,’’ ulasnya.(gen/jpnn)

    [+/-] Selengkapnya...