• ***************************************************
  • Isi form berikut ini untuk memasarkan properti Anda

    Judul
    Alamat
    LT/LB (m2)
    Lebar Depan (m)
    Posisi/Letak
    Harga (Rp.)
    Spesifikasi Bangunan
    Keterangan Lain
    Foto/Gambar
    Email / No.Telp
    Image Verification
    Please enter the text from the image
    [ Refresh Image ] [ What's This? ]

    REI-Apersi Bentuk Tim 11

    Jumat, Mei 29, 2009 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Kekurangan tenaga listrik masih menjadi kendala utama dalam pengembangan bisnis properti di Riau terutama perumahan bersubsidi. Untuk mengatasi persoalan kelistrikan tersebut DPD REI dan DPD Apersi Riau sepakat mencari solusi bagi persoalan tersebut salah satunya dengan membentuk tim 11.

    ‘’Dari waktu kewaktu persoalan listrik tak kunjung tuntas, meski melakukan pertemuan,’’ kata Ketua REI, Rifa Yendi kepada Riau Pos, Kamis (28/5) ditemui saat menggelar acara diklat dan pengetahuan pajak bagi anggota REI dan Apersi, di Pangeran Hotel Pekanbaru.


    Terbentuknya tim 11 yang diketua oleh Sujono ini, kini sedang melakukan pendataan ril terhadap kebutuhan listrik yang akan kembali dibicarakan dengan pihak PLN.

    Menurut Rifa, PLN punya kewajiban untuk menyediakan listrik bagi masyarakat sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 tahun 2000 tentang kelistrikan, mulai dari tingkat pembangkit sampai ke tingkat konsumen/pemakaian.

    ‘’Tapi itu ditutupi oleh PLn, dengan alasan tidak ada daya, dan minta pihak pengembangnya yang menyiapkan dana,’’ katanya.
    Ketua Apersi Riau, Herwanto menambahkan PLN harus bisa mangatasi masalah ini dan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat konsumen perumahan bersubdi ini. karena ini kebutuhan konsumen bukan kebutuhan developer.

    Dari pengembangan perumahan ini disebutkan juga banyak yang diuntungkan dan banyak yang dihidupkan. Masyarakat bisa terhindar dari pengangguran. (cr1/mar)
    url:http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=12615




    [+/-] Selengkapnya...

    Tips Menawar Harga Rumah

    Pekanbaru Properti 0 komentar

    Ada seni dan trik tersendiri yang diperlukan orang saat jual beli barang. Yakni, bagaimana tawar-menawar harga. Bagi pembeli, kemampuan tawar-menawar penting agar harga yang yang harus ditawar tidak terlalu tinggi atau di atas harga yang berlaku umum. Sedangkan bagi penjual, tawar-menawar harga juga penting agar tetap mendapatkan keuntungan.

    Trik tawar-menawar begitu berlaku untuk semua jenis barang, termasuk rumah, apartemen, atau unit properti yang lain. Cara ini biasanya dilakukan dalam jual-beli bangunan second, yang sudah pernah dihuni sebelumnya. Sedangkan untuk rumah atau apartemen baru pengembang atau pemilik biasanya sudah mematok harga tersendiri. Dalam hal ini pembeli biasanya juga tidak bisa melakukan penawaran.
    Sebelum memutuskan untuk membeli unit rumah atau apartemen, pastikan dulu Anda cocok dengan harga yang ditawarkan pemilik atau pengembangnya. Di sinilah pentingnya proses tawar-menawar harga.

    Sebelum menawar harga rumah atau apartemen tersebut, pastikan Anda mendapatkan sejumlah informasi berikut ini.

    1. Perhatikan kondisi rumah atau apartemen yang akan Anda beli. Cermati apakah jika Anda memutuskan untuk membelinya, properti tersebut memerlukan renovasi atau perbaikan atau tidak.

    2. Cari tahu berapa lama rumah atau apartemen tersebut sudah ditawarkan. Maksudnya, apakah waktu penawarannya sudah lama atau baru saja. Ini penting agar Anda memiliki gambaran tentang respons calon pembeli lainnya terhadap unit tersebut.

    3. Carilah informasi tentang harga rumah atau apartemen yang ditawarkan tadi. Apakah sama dengan unit yang lain dengan kondisi yang sama dan di wilayah yang sama. Informasi ini berguna sebagai latar belakang Anda untuk melakukan penawaran harga. Jika penjual sudah menawarkan sejak lama, biasanya yang bersangkutan menginginkan agar rumah atau apartemen miliknya bisa segera laku terjual. Pada posisi tersebut, selaku pembeli, Anda bisa lebih menekan harga.

    4. Informasi tentang alasan pemilik menjual rumah atau apartemen miliknya juga perlu Anda dapatkan. Ini bisa berasal dari tetangga dekatnya. Misalnya, apakah pemilik menjual unit rumahnya itu karena alasan yang sangat mendesak, atau sekadar untuk mendapat keuntungan karena dia telah berinvestasi dalam bentuk unit properti.

    Setelah mendapatkan informasi-informasi tersebut Anda akan mendapat gambaran tentang harga standar untuk rumah atau unit apartemen yang akan Anda beli di suatu wilayah. Berbekal itu, lakukan penawaran harga kepada si pemilik. Jika dia menawarkan harga yang berada di atas harga pasaran, tawarlah harga itu sehingga mendekati atau bahkan sesuai dengan harga pasaran yang berlaku di wilayah tersebut. Tawar-menawar juga membutuhkan kejelian sekaligus kemampuan bernegosiasi.

    Sumber : www.republika.co.id

    [+/-] Selengkapnya...

    Genteng Aspal Anti Bocor

    Minggu, Mei 24, 2009 Pekanbaru Properti 1 komentar


    Material pembentuk genteng semakin beragam. Kalau dulu banyak yang dari tanah liat atau keramik, kini ada juga atap dari aspal. Lebih ringan, dan antibocor.

    Genteng di Indonesia umumnya berbahan tanah liat. Material dasar ini mudah didapatkan, hingga banyak orang menjual dan menggunakan genteng tanah liat. Kini, selain atap genteng tanah liat, cukup banyak material pembentuk genteng lainnya, salah satunya aspal (bitumen).


    Genteng dari aspal ini tentu tak sepenuhnya dari material aspal. Genteng merupakan perpaduan antara bubuk kertas, serat organik, resin, serta aspal. Material ini diolah sehingga menghasilkan sebuah genteng yang ringan, lentur, dan tahan air.

    "Aspal dalam hal ini berfungsi sebagai water proofing. Atap menjadi tahan akan kebocoran," ujar Ferry W Djajaprawira, Technical Manager Onduline Indonesia.

    Selain anti bocor, genteng aspal ini juga lebih ringan dibandingkan genteng tanah liat, beton, atau keramik. Bobot per lembarnya sekitar 4kg per m². Bandingkan dengan atap genteng, yang berat satuannya bisa antara 4-8kg. Tentu ini menjadi salah satu nilai keunggulan genteng aspal. Dengan bobot yang ringan, konstruksi atap pun bisa diminimalkan, sehingga budget pun bisa dihemat.

    Nah, jika Anda sedang membangun rumah, atau hendak mengganti atap, produk ini layak dilirik.

    Penulis: Whery
    Foto: Surai


    [+/-] Selengkapnya...

    Iklan property: Graha Taman Agro

    Sabtu, Mei 23, 2009 Pekanbaru Properti 1 komentar

    Judul: Graha Taman Agro
    Alamat: Jl.Sangkuriang
    LT/LB (m2): 120/45
    Lebar Depan (m): 9
    Posisi/Letak: Beragam
    Harga (Rp.): 135jt
    Spesifikasi Bangunan: Konstruksi beton, full keramik, 2KT, 1KM, langit2 triplek, genteng metal, 900w
    Keterangan Lain:
    Email / No.Telp: 0817894732
    --

    [+/-] Selengkapnya...

    Properti One: Dijual Rumah di Kota Pekanbaru

    Kamis, Mei 21, 2009 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Properti: Rumah

    Harga: Rp 300.000.000



    URL: http://www.propertione.com/list.aspx?id=794



    PROPERTI ONE

    http://www.propertione.com/

    [+/-] Selengkapnya...

    Kebijakan Rumah Tipe 21 dan 36 Ditinjau Ulang

    Rabu, Mei 20, 2009 Pekanbaru Properti 0 komentar

    Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asy’ari mengatakan, kebijakan mengenai tipe perumahan khususnya rumah sederhana perlu ditinjau kembali.

    "Apa benar tipe rumah 21 sampai 36 selama ini sudah ideal bagi keluarga di Indonesia, sudah saatnya membangun rumah lebih baik," kata Menpera di Jakarta, Selasa (19/5), saat membuka Kongres Perumahan II yang berlangsung dua hari.


    Menurut Menpera, data demografi dan keluarga berencana menunjukkan tingkat kesuburan berhasil ditekan pada 1971 dan 1997, terhenti di angka 2,6 sejak tahun 2002 berari rata-rata perempuan Indonesia memiliki lebih dari dua anak.

    "Sehingga untuk rumah tipe 21 sampai 36 meter persegi untuk satu keluarga apa masih ideal, sudah waktunya menyediakan rumah yang lebih baik dengan kamar terpisah untuk anak perempuan dan laki-laki," ujarnya.

    Persoalan di sektor perumahan juga terjadi karena 60-70 persen penduduk bekerja, lebih dari 102 juta terserap di sektor bukan formal dengan upah minimum tanpa adanya jaminan sosial, jelasnya.

    Sasaran pembangunan perumahan sendiri sesuai RPJM 2004-2009 pengadaan rumah formal dan swadaya 1.265.000 unit, rusunawa 60.000 unit, dan rusunami 25.000 unit serta akses kredit mikro 3.600.000 unit. Kemudian juga memperkecil luasan kawasan kumuh 50 persen dari luas yang ada pada 2009, sesuai yang digariskan dalam MDG yang ditargetkan pada 2015, jelasnya.

    Bahas kebijakan permukiman

    Kongres Nasional Perumahan dan Pemukiman II tahun ini sedianya akan membahas sejumlah agenda terkait kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman di masa datang. Ketua Panitia Kongres Nasional Perumahan dan Permukiman II Yusuf Yuniarto di Jakarta, Selasa, mengatakan, agenda tersebut meliputi kebijakan dan regulasi, serta program dan rencana pembangunan perumahan.

    "Agenda tersebut akan dibahas dalam sidang-sidang komisi yang dibagi dalam tiga komisi," kata Yusuf Yuniarto.

    Dikatakannya, dari kongres ini nantinya akan disepakati deklarasi bersama yang mencakup tiga poin utama. Pertama, pokok-pokok pikiran yang mencakup tujuan dan prinsip pembangunan permukiman nasional. Kedua, keberpihakan dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan, dan ketiga, program dan rencana aksi dalam pembangunan perumahan.

    Menurut dia, tiga agenda utama tersebut akan dibahas oleh sekitar 1.350 peserta kongres yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, praktisi, dan pemerhati perumahan.

    sumber : http://properti.kompas.com/

    [+/-] Selengkapnya...

    Perumahan Griya Muthmainnah Permai

    Pekanbaru Properti 0 komentar

    Judul: Perumahan Griya Muthmainnah Permai
    Alamat: Jl.Sukajadi, Kubang
    LT/LB (m2): 110/36
    Lebar Depan (m): 6
    Posisi/Letak: Tengah
    Harga (Rp.): call
    Fasilitas: Bonus polytank & pompa (30 unit pertama)
    Keterangan Lain: 0% DP
    Email / No.Telp: 0761-7613909

    [+/-] Selengkapnya...